10 MUHARROM 1438
H
HARI YANG
PENUH DEDIKASI TINGGI UNTUK BERBAGI
Adat atau kebiasaan merupakan salah satu bentuk
kekayaan yang bermuara disuatumasyarakat atau daerah terentu sekaligus
merupakan ciri khas masyarakat atau daerah tersebut. Adat atau kebiasaan yang
baik, itu patut untuk dilestarikan. Kegiatan pembagan bisyarih dan sembako
kepada anak yatim dan kaum dhua’fa pada malam 10 muharoom misalnya. Di yayasan
pondok pesantren At-Taqwa cabean, setiap malam 10 muharrom atau yang lebih
dikenal sebagai malam Asyuro atau Royalan, selalu diadakan acara santunan
kepada anak yatim dan kaum dhua’fa. Ini bukan kali pertama diadakan acara rutin
seperti ini. Acara santunan kepada anak yatim dan kaum dhua’fa sudah dilakukan di dusun Cabean sebelum
Pondok pesantren At-Taqwa didirikan, hingga saat ini
acara ini tetap
dilestarikan yang dipelopori oleh Romo KH Abd. Chamid Pasuruan yang juga
merupakan guru dari pengasuh. Anak yatim dan kaum dhua’fa sangat antusias,
sehingga mengalami pekembangan jumlah disetiap tahunnya. Hingga sampai saat ini
ada ± 1000 anak yatim dan kaum dhua’fa yang secara langsung diundang ke pondok
pesantren At-Taqwa Cabean. “ Ditahun ini ada ± 1000 anak yatim dan kaum dhua’fa
yang datang. Dan ini berasal dari berbagai desa”. Tutur ibu Ruqoiyyah Zakiyatul Hikmah, S.PdI selaku
pengurus pondok pesantren At-Taqwa cabean putri.
Kebahagiaan
terpancar dari raut wajah para santri pondok pesantren at-Taqwa cabean yang dengan
penuh rasa semangat, berbondong-bondong ke masjid Al-Khoirot untuk melaksanakan
kegiatan rutin disetiap tanggal 10 muharrom. Kegiatan tersebut meliputi:
·
kedua, dilanjutkan
dengan sholat mayyit, tsubutul iman (2 rokaat), sholat tasbih (4 rokaat) dan
sholat hajat (2rokaat).
Sholat berlangsung dengan sangat khusyu’ dan para jamaah
yang hadir bertumpah ruah diberbagai sudut masjid. Hingga didalam masjid terisi
penuh dengan para jamaah. Bahkan, ada para jamaah yang sholat di serambi masjid.
Setelah kegiatan sholat sudah selesai, kegiatan tetap berlanjut dengan kegiatan membaca wirid khusus hari Asyuro “Khasbunallah Wa Ni’mal Wakil Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir” sebanyak 70 kali readers. Berbagai macam manfaat dapat kita ambil lho dengan membaca wirid tersebut. Salah Satunya, Orang yang membaca wirid tersebut tidak akan ditakdirkan meninggal oleh Allah Swt pada tahun ini (Insya Allah.... Tapi, manusia hanya bisa berusaha. Berbicara tentang takdir, Just Allah Know Readers....). Setelah berbagai kegiatan dilaksanakan, do’a pun yang dipimpin langsung oleh pengasuh menjadi acara penutup pada kegiatan di masjid Al-Khoirot ini readers....
Apa saja sih yang para donatur subangkan di setiap
tahunnya demi memeriahkan acara peringatan 10 muharrom ini?
Karena peringatan hari Asyuro ini sudah merupakan
adat di Pondok pesantren At-Taqwa dan merupakan warisan leluhur yang langsung
bersumber dari Romo KH Abd. Cahmid pasuruan. Sejak diadakannya acara 10 Muharrom
ini, tak sedikit lhoooo readers para alumni dan sukurelawan yang terus
berdatangan menyumbangkan harta bendanya mulai dari uang,sembako,buah-buahan
dan sebagainya. Tapi readers...........seiring berjalannya waktu para donatur
tadi banyak yang mengadakan acara 10 Muharrom sendiri di daerah masing-masing.
Tapi ,hal ini tidak memicu akan ketidak meriahannya peringatan 10 Muharrom di
PP At-Taqwa readers.Peringatan 10 Muharrom di PP At-Taqwa tetap meriah,hanya
saja sembako yang di berikan kurang lengkap seperti biasanya.Hal ini di lakukan
dengan tujuan untuk meminimalisir adanya kekurangan,supaya sembako yang di
bagikan sama rata karena semakin banyaknya anak yatim dan kaum duafa yang
berdatangan.
Seruuuuuu kan
readers....Makanya sayang sekali lhoo kalo peringatan 10 Muharrom di
PP.At-Taqwa Cabean terlewatkan, kemeriahannya pun bisa membuat ketagihan untuk
menghadirinya kembali..Maka darimitu,10 Muharrom tahun depan luangkanlah wakt
readers untuk menghadiri acara yang cetar membahana ini yachhhhhhhhhh..... (Bi_El)











