Rabu, 25 Mei 2016

NEWS



DENGAN SOSIALISASI
KITA BERBAGI
IBU IR. HJ. INDAH RYANG KULUP PRAYUDA

           Semua ruang telah asing oleh penghuninya, Pertanda KBM sudah selesai. 15 menit dari semua kronologis kejadian itu, satu persatu dewan guru berlalu lalang meninggalkan gedung
 MA At-Taqwa ini. Tak terkecuali ibu kepala Madrasah serta Wakakur pun juga sudah tak lagi memantulkan wajahnya yang sangat rupawan dilensa mata kami. Hanya tersisa 3 orang guru dan seorang siswi yang masing-masing sedang sibuk bermain komputer. Ditengah kesibukan mereka, datanglah seorang wanita paruh baya utusan dari Puskesmas Ngempit berjalan dengan keanggunannya menuju kantor Madrasah dimana tempat mereka yang sedang asyik bermain komputer si wanita tersbut bermaksud untuk memberitahukan akan adanya ibu Bupati ke MA At-Taqwa ini dalam rangka “Kesehatan Reproduksi dan Upaya Mencegah HIV/AIDS”. Tepatnya pada hari selasa,29 September 2015.  Semua orang yang ada di satu ruang dengan si wanita tersebut merasa riang tak terkecuali Waka Kesiswaan Bapak Irbabullubab,S.AB yang sangat antusias dengan kedatangannya.
        Selasa,29 September 2015 merupakan hari dimana istri dari orang nomor 2 di Kabupaten Pasuruan yakni Ibu Ir. Hj. Indah Ryang Kulup Prayuda datang dan berkunjung ke Yayasan PONPES AT-TAQWA dalam rangka sosialisasi tentang “Kesehatan Reproduksi dan Upaya Mencegah HIV/AIDS”.  Semua orang yang termasuk keluarga besar ponpes At-Taqwa merasa sangat senang tak terkecuali orang nomor satu di PONPES AT-TAQWA yakni “KH.M.Aly Bahruddin  Selaku Pengasuh PONPES AT-TAQWA  begitu antusias dalam penyambutan istri wakil Bupati ini.Semua santri di wajibkan untuk membersihkan semua area PONPES AT-TAQWA  dan tampil dengan pakaian rapi. Karna semua santri di PONPES AT-TAQWA  begitu antusias akan kedatangan istri wakil Bupati,sehingga dalam penyamburtannya semua santri di haruskan untuk duduk rapi di setiap tepi jalan dalam pesantren. Tak terkecuali para Dewan guru yang hadir dalam penyambutan itu.
        Jarum jam menunjukkan pukul 07.15 WIB,semua santri, dewan guru serta semua pengurus pondok sudah stand by di lokasi. Semua santri berbaris seperti mengantri sembako untuk menyambut sosok wanita nomor dua di Kabupaten Pasuruan ini
         Tak pernah kebayang juga sih kalau PONPES AT-TAQWA   terpencil ini akan kedatangan orang penting. Kemudian penyambutan di sambung dengan pembukaan Hadrah atau sering di sebut dengan Al-Banjari. Suasana menjadi gempar dengan kedinginan hati,ketentraman jiwa sosok wanita nomor dua di Kabupaten Pasuruan.Setelah pembukaan berakhir maka di mulai untuk bersosialisasi tentang “Kesehatan Reproduksi dan Upaya Mencegah HIV/AIDS”. Setelah 90 menit berjalan,panitia mengadakan pertanyaan berhadiah, dan pertanyaan pertama di raih oleh sosok remaja gokil yang tak tahu asal usulnya dengan nama “Chilyatus Solikha”.Pertanyaan kedua di raih oleh wanita dari Pasrepan atas nama “Riza Afrika” dan pertanyaan terakhir di raih oleh “Elok Dzirwatul Himmah” yang terlahir di desa Lajuk dan gadis ini terkenal dengan gadis berkarir bawel, eitttss maaf bercanda hehehe….
            Yang paling terkesan di hari itu adalah tim Redaksi Majalah MA AT-TAQWA  sukses dalam mengisi waktu 20 menit untuk wawancara dengan Istri wakil bupati ini. “ Dengan mengutamakan Akhlakul Karimah dan pendidikan bernuansa pesantren”. Jelasnya ketika tim Red bertanya Usaha memajuka pendidikan di Kabupaten Pasuruan pada era globalisasi ini. Menurut beliau, Mengutamakan pendidikan pesantren lebih penting dibandingkan dengan pendidikan formal. Karena pendidikan tanpa akhlak bagaikan  “Manusia tanpa ruh “. Sebagai buktinya, di Indonesia banyak koruptor disebabkan kurangnya pendidikan akhlak. Beliau juga mengaku bahwa buah hatinya tengah dibina di salah satu  pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan. Perkembangan teknologi juga sangat penting untuk di ikuti dan diambil manfaatnya agar tak mudah diperdaya oleh orang lain. Prestasi beliau sangat banyak seperti di bidang kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.
            Yah itulah setitik pelangi yang selalu bernuansa di langit  AT-TAQWA  yang akan selalu terukir dalam sanubari yang takkan pernah terpungkiri. ( Eldzimah )

HEALTY

TIPS POLA HIDUP SEHAT
1.  Kurangi makanan berlemak tinggi seperti mentega, Santan, Dan lain-lain.  Lebih baik dapatkan asupan lemak alami dari kacang-kacangan .  Lupakan  jeroan, Otak, Makanan berkuah santan  kental, Kulit ayam, Dan kuning telur.  Pilihlah makanan berkuah bening, Putih telur,  Susu kedelai, Dan ikan sebagai sumber protein.
2.   Sedapat mungkin hindari bahan pangan atau pengawet yang dalam jangka panjang dapat menjadi pemicu kanker.
3.  Pilih makanan atau minuman yang berwarna putih alami (bukan di bleach). Gunakan pewarna dari bahan makanan misalnya: warna merah dari strowbery, kuningnya kunyit, dan hijaunya daun suji. Jangan menambahkan saus, kecap, dan bumbu-bumbu penyedap secara berlebiga.  Perbanyak makan buah dan sayuran.
4.  Teknik pengolahan makanan juga mempengaruhi mutu dari makanan tersebut. Pilih makanan dengan metode memasak di kukus, direbus, atau di tumis dengan sedikit minyak.

5.  Perbanyak minum air putih mineral, 8 gelas sehari (2 liter), Hindari minuman beralkohol, Bersoda, Dan minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi.  Jus sayuran dan buah baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh kita.

Selasa, 24 Mei 2016

ABOUT SOMEONE

HIDUP TANPA ILMU IMPOSSIBLE
            Bahasa Inggris adalah suatu sarana didalam mempelajari budaya barat.  Abdul Hamid Aly,SPd atau yang lebih kita kenal dengan Mr. Hamid merupakan guru yang mengajarkan kita akan pentingnya berbahasa inggris di kancah modern ini.  Kelahiran Pasuruan,12 Juli 1993 yang berhobi Badminton dan mencari tantangan ini telah sukses menempuh sarjana Bahasa Inggris di Unifersitas Islam Malang lho sokhib madding. (Selamat ya Mr. Hamid).  Dengan bermodal belajar den berdo’a, kini telah membawa beliau sampai di Pasca Sarjana (S2) Bahasa Inggris. Dan tentunya di UNISMA dong. “Saya memilih melanjutkan S2 saya di UNISMA karena saya tidak ingin membuang-buang waktu saya untuk mencari Universitas lain.” Tuturnya.
        Guru yang bermafa nasi goreng dan omlete ini mempunyai prinsip bahwa tidak semua orang mampu menguasai semua mata pelajaran  yang di ajarkan, karena setiap orang mempunyai tingkat kepintaran yang berbeda . lebih-lebih fokus kepada satu mata pelajaran  yang memang mempunyai Background di bidang itu dan mampu menguasainya. (Begitu Sokhib Mading. Apakah Sokhib Mading sudah demikian …?).
        Mr. yang bercita-cita membahagian orang tua serta bermifa AG (Air Galon) ini telah berhasil melambungkan berbagai prestasi di bidang non akademik lho…!. Diantaranya sering menjadi Master of ceremony (MC) para menteri dan jendral in a big event, Pernah memimpin beberapa organisasi di kampus seperti: Event Organizer (EO), Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz (JQH), Mahasiswa Ahli Mu’tabaroh Wan Naqsabandiyah ( MATAN ), Pekan Kreatif Maha Siswa Kategori Penelitian (PKMP), Halaqoh Diniyah, sampai yang paling hits adalah  menjadi Mahasiswa yang pertama kali mengembangkan seni Gambus di Unisma (Wow Amazing.....!!!).  Dan sekarang sudah menjabat sebagai ketua lho di organisasi yang satu ini. Dan lebih Amazing nya lagi Mr. Hamid ini sudah menjabatnya selama 3 tahun berturut-turut (Makin mantap ajja yaa Mr. Hamid ini…). Padahal, tidak sedikit lho jumlah Maha siswa satu organisasi, bisa mencapai 400-500 Mahasiswa dalan satu organisasi itu berasal dari berbagai fakultas yang berbeda.

        Mr. Hamid ini juga berpesan lho kepada siswa-siswi MA AT-TAQWA bahwa “Ilmu Itu Segala-Galanya. Hidup Tanpa Ilmu, Imposible. Di hadist pun di terangkan “Carilah Ilmu Mulai Dari Di Lahirkan Sampai Liang Lahat.” Benar sekali apa yang di sampaikan Mr. Hamid ini. Ilmu memang hal yang paling penting dari hal yang terpenting untuk masa depan kita. Apa lagi di zaman yang modern ini banyak sekali media-media yang banyak sekali media-media yang dapat mempermudah kita untuk mempelajari hal-hal yang belum kita ketahui. Hanya tinggal kitanya saja bagaimana untuk memanfaatkannya seefisien mungkin.   (Eldzimah)

Minggu, 22 Mei 2016

FUTURE



MENGABDI PADA KATA HATI
Yu Ruk (Sang Pemilik Warung Cabean yang pantang menyerah)

Untuk kali ini kita akan membahas tentang penyuntik semangat dari anaknya. Siapa sichhh yang tak kenal dengan ”Rufiatin” atau yang akrab kita kenal dengan “Yu Ruf” or “Yu Ruk” sosok penjual gorengan di PESAT CAKAP yang terkenal dengan masakannya yang sangat mantap. Si ibu kelahiran 12 Agustus 50 tahun yang lalu ini merupakan sesosok ibu yang kerap menyuntikkan semangat belajar anak-anaknya dengan prinsip dari Romo Kyai Sholeh “Kalau bambunya terlanjur tua, maka rebungnya harus di pupuk”. Yang itu artinya kira-kira kalau orang tuanya terlanjur hidup susah, maka anaknya harus di beri berbagai pelajaran hingga ia menjadi sukses. Sungguh prinsip yang luar biasa ya..
          Salah satu kisah yang bisa dibagi sebagai inspirasi buat kita, Si ibu dengan senyuman khasnya ini dengan hanya bermodalkan  Rp.25.000,00.  mampu membiayai kelima buah hatinya untuk mengcopy paste ilmu di berbagai lembaga pendidikan. Tak terkecuali si buah hati yang nomor dua, “Khusniyatul Karomah”  namanya, lebih lanjut Yu Ruk bercerita bahwa Mbak Khus dengan tekadnya untuk selalu bertirakat (hidup susah) di pondok  Darut Taqwa Segon Agung mampu bertahan hidup hanya dengan memegang uang Rp.50.000,00 setiap minggunya. si gadis yang kini sudah menikah ini mampu bertahan hidup di Pesantren selama 9 tahun dengan kondisi demikian, bikin baper ya... dahsyatnya lagi, dengan kerja kerasnya selain keterbatasan ekonomi yang menyelimuti, si gadis mungil ini tak pernah absen menduduki peringkat 2 besar di kelasnya selama di MA. Selepas dari MA, lanjut cerita Yu Ruk, Mbak Khus yang kini tinggal di cabean bersama ibunya, mampu menyelesaikan studynya hingga mendapatkan gelar Sarjana Komunikasi walau disepanjang waktu luangnya  selalu di isi dengan menjaga warnet di Pesantrennya selain kuliah. “Karna anak saya selalu masuk 2 besar selama SMA,Maka oleh pihak Universitas Yudharta di berikan keringanan 50% selama nilainya tidak di bawah standart”.  jelas ibu Rufiatin.
          Padahal saat ditanya oleh team redaksi majalah online yang secara khusus mengundang beliau untuk wawancara. “kalau dipikir-pikir nak, berapa sich keuntungan jualan gorengan, tidak akan cukup”.. kata beliau. Tetapi tetap tidak menggoyahkan tekadnya untuk mencerdaskan buah hatinya hingga menyandang gelar S.Kom. selain itu banyak juga cobaan yang menghampiri si buah hati ke2 ini, tak terkecuali kanker payudara pun pernah dideritanya. Hingga semua modal penjualannya ludes tertelan untuk biaya pengobatan si buah hati S.Kom ini. Apalagi semenjak kepulangan suaminya ke Rohmatulloh dipanggil oleh sang khaliq.
          Ada lagi cerita yang terkesan lucu dibalik perjuangan beliau menyekolahkan anak-anaknya sendirian tersebut.  Yuk Ruk kerap kali nyasar ketika hendak menjenguk ke empat anaknya yang ada di Pesantren berbeda. Dua anak perempuan di salah satu Pesantren di Probolinggo,satu anak laki-laki di PP.Besuk Pasuruan,dan satu anak lagi di PP.Darut Taqwa. Sedangkan satu anak bungsunya setia menemani si ibu di rumah dengan menuntut ilmu di MI AT –TAQWA Cabean.
          Tasbih air mata ibu Rufiatin tak pernah kering ketika mendengar suara keluh anaknya yang minta uang biaya sekolah. “Mau menjawab apa ketika empat anak saya meminta uang sekolahnya semua.Sedangkan hasil penjualan saya hanya cukup untuk bertahan hidup sehari-hari”.Tuturnya. Dengan berperinsip bahwa “Alloh SWT selalu menanggung rizki orang yang mencari ilmu”. Ibu Rufiatin tetap bersikukuh agar kelima buah hatinya tetap bersekolah meski hutang ke kanan kiri rumah serta kerabat-kerabatnya hngga Gali Lobang Tutup Lobang (ngutip dari lagu Rhoma Irama). Bahkan si ibu ini merelakan sertifikat tanah rumahnya untuk sementara berdomisili di pegadaian demi kelima buah hatinya bertahan sekolah.
          Sosok seperti ibu Rufiatin inilah yang dibutuhkan Indonesia untuk perubahan di Era Globalisasi ini. Sesosok ibu yang teguh pendirian, pekerja keras, sabar dan tentunya selalu menomor satukan pendidikan diatas segala-galanya. Saat ini Indonesia tlah krisis akan sosok ibu seperti ini. Untuk itu, Jika Sokhib Mading telah dikaruniai ibu yang pengertian dan keluarga yang berkecukupan, Bersyukurlah, berterima kasihlah dan berbaktilah kepadanya...!!! Jangan menghabiskan waktu tanpa mengambil faedahnya... karena hidup hanya datang sekali..(Eldzimah)