MENGABDI PADA KATA HATI
Yu Ruk (Sang Pemilik Warung Cabean yang pantang
menyerah)
Untuk kali ini kita
akan membahas tentang penyuntik semangat dari anaknya. Siapa sichhh yang tak kenal dengan ”Rufiatin” atau yang akrab kita
kenal dengan “Yu Ruf” or “Yu Ruk” sosok
penjual gorengan di PESAT
CAKAP yang terkenal dengan masakannya yang sangat mantap. Si ibu kelahiran 12 Agustus 50 tahun yang lalu ini merupakan sesosok
ibu yang kerap menyuntikkan semangat belajar
anak-anaknya dengan prinsip
dari Romo Kyai Sholeh “Kalau bambunya terlanjur tua, maka rebungnya harus di pupuk”. Yang itu artinya kira-kira kalau orang tuanya
terlanjur hidup susah, maka
anaknya harus di beri berbagai pelajaran hingga ia menjadi sukses. Sungguh prinsip yang luar biasa ya..
Salah satu kisah yang bisa dibagi sebagai inspirasi buat kita, Si ibu dengan
senyuman khasnya ini dengan hanya bermodalkan Rp.25.000,00. mampu membiayai kelima buah hatinya untuk
mengcopy paste ilmu di berbagai lembaga pendidikan. Tak terkecuali si buah hati
yang nomor dua, “Khusniyatul
Karomah” namanya, lebih lanjut Yu Ruk bercerita bahwa
Mbak Khus dengan tekadnya untuk selalu bertirakat (hidup susah) di
pondok Darut Taqwa Segon Agung mampu bertahan hidup
hanya dengan
memegang
uang Rp.50.000,00 setiap
minggunya. si gadis yang kini sudah
menikah ini mampu bertahan hidup di Pesantren selama 9 tahun dengan
kondisi demikian, bikin baper ya... dahsyatnya lagi, dengan kerja kerasnya selain
keterbatasan ekonomi yang menyelimuti, si gadis mungil ini tak pernah absen menduduki
peringkat 2 besar di kelasnya selama di MA. Selepas dari
MA, lanjut cerita Yu Ruk, Mbak Khus yang kini tinggal di cabean bersama ibunya,
mampu menyelesaikan studynya
hingga mendapatkan
gelar Sarjana Komunikasi walau disepanjang waktu
luangnya selalu di isi dengan menjaga
warnet di Pesantrennya selain kuliah. “Karna anak saya selalu masuk 2 besar selama SMA,Maka
oleh pihak Universitas Yudharta di berikan keringanan 50% selama nilainya tidak
di bawah standart”. jelas ibu
Rufiatin.
Padahal saat ditanya oleh team redaksi majalah online yang
secara khusus mengundang beliau untuk wawancara. “kalau dipikir-pikir nak,
berapa sich keuntungan jualan gorengan, tidak akan cukup”.. kata beliau. Tetapi
tetap tidak
menggoyahkan tekadnya untuk
mencerdaskan buah hatinya hingga menyandang gelar S.Kom. selain itu banyak juga cobaan yang menghampiri si buah hati
ke2 ini, tak terkecuali
kanker payudara pun pernah dideritanya. Hingga semua modal penjualannya ludes
tertelan untuk biaya pengobatan si buah hati S.Kom ini. Apalagi semenjak kepulangan suaminya ke
Rohmatulloh dipanggil oleh sang khaliq.
Ada
lagi cerita yang terkesan lucu dibalik perjuangan beliau menyekolahkan
anak-anaknya sendirian tersebut. Yuk Ruk
kerap kali nyasar
ketika hendak menjenguk ke empat anaknya yang ada di Pesantren berbeda. Dua anak perempuan di salah satu
Pesantren di Probolinggo,satu anak laki-laki di PP.Besuk Pasuruan,dan satu anak
lagi di PP.Darut Taqwa. Sedangkan satu anak bungsunya setia menemani si ibu di
rumah dengan menuntut ilmu di MI AT –TAQWA Cabean.
Tasbih air mata ibu Rufiatin tak pernah kering
ketika mendengar suara keluh anaknya yang minta uang biaya sekolah. “Mau menjawab apa ketika empat anak saya meminta uang
sekolahnya semua.Sedangkan hasil penjualan saya hanya cukup untuk bertahan hidup sehari-hari”.Tuturnya. Dengan berperinsip bahwa “Alloh SWT selalu menanggung rizki orang yang mencari ilmu”. Ibu
Rufiatin tetap bersikukuh agar kelima buah hatinya tetap bersekolah meski
hutang ke kanan kiri rumah serta kerabat-kerabatnya hngga Gali Lobang Tutup Lobang (ngutip dari lagu Rhoma
Irama). Bahkan si
ibu ini merelakan sertifikat tanah rumahnya untuk sementara berdomisili di
pegadaian demi kelima buah hatinya bertahan sekolah.
Sosok seperti
ibu Rufiatin inilah yang dibutuhkan Indonesia untuk perubahan di Era
Globalisasi ini. Sesosok ibu yang teguh pendirian, pekerja keras, sabar dan tentunya selalu menomor satukan
pendidikan diatas segala-galanya. Saat ini Indonesia tlah krisis akan sosok ibu
seperti ini. Untuk itu, Jika Sokhib Mading telah dikaruniai ibu yang pengertian
dan keluarga yang berkecukupan, Bersyukurlah, berterima kasihlah dan berbaktilah
kepadanya...!!!
Jangan menghabiskan waktu tanpa mengambil faedahnya... karena hidup hanya
datang sekali..(Eldzimah)
siipp👍
BalasHapusThank's...!!!
BalasHapusok..
BalasHapusak tunggu karya berikutnya
siiip....
BalasHapusDoakan saja agar selalu up date
itu selalu, Amiiinnn
BalasHapusOkeeee.....!!!
BalasHapus